Iklan

Larang Penumpang Buang Air Diatas Kapal, Oknum Dishub Pattumbukang Dianggap Arogan

Selayar Pos
Minggu, 28 Juni 2020, 14:28 WIB Last Updated 2020-06-28T07:28:44Z
 Larang Penumpang Buang Air Diatas Kapal, Oknum Dishub Pattumbukang Dianggap Arogan

SELAYAR POS ■ Salah satu  oknum staf Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kep. Selayar, berinisial A D yang bertugas di Pelabuhan Pattumbukang bertingkah arogan kepada calon penumpang, yang hendak meminta izin untuk membuang air kecil di Kapal Fery KMP. Balibo, pada Minggu (28/6/20) pagi.

Tingkah yang dilakukan seorang petugas semestinya tidak seperti apa yang dilakukan oleh A D, apalagi sampai mengucapkan kata dengan nada keras kepada calon penumpang.

"Kalau mau dibuatkan berita, silahkan. Disini tidak ada kebijakan, silahkan anda langsung ke kantor UPTD Pelabuhan Pattumbukang, disana ada WC," sergah A D dengan nada keras kepada calon penumpang KMP Balibo.

Salah satu calon penumpang tujuan Kecamatan Pasimarranu mengalami hal ini menyesalkan sikap pelayanan oknum Dinas Perhubungan ini.

"Saya minta izin untuk membuang air kecil di Kapal Fery, karena WC yang ada di Kantor UPTD Pelabuhan Pattumbukang sudah tidak bisa di gunakan lagi. Mungkin pengaruh terlalu lama atau memang tidak ada perawatan," Ujar Hamzah Calon penumpan KMP Balibo yang juga penggiat media di Selayar.

Lanjut Hamzah, Saya rasa apa yang dilakukan petugas pelabuhan ini sangat tidak sepantasnya, bagaimana tidak. Dia dengan arogan melontarkan bahasa dengan nada keras tanpa memberikan penjelasan terlebih dahulu.

 Larang Penumpang Buang Air Diatas Kapal, Oknum Dishub Pattumbukang Dianggap Arogan

"Harusnya kan bicaranya santai saja, jangan kaya' preman dengan nada kasar dan seenaknya saja. Dan seandainya saya tahu kalau WC yang ada di perumahan, di area pelabuhan Pattumbukang itu bisa digunakan untuk umum, buat apa jauh - jauh turun di kapal," ungkap Hamzah.

Kalau WC yang ada di dalam kantor Pelabuhan itu rusak, juga dibenarkan oleh salah satu petugas yang mengatakan kepada saya bahwa WCnya kurang efektif atau tidak bisa digunakan.

"Semoga pihak terkait segera mengambil tindakan terkait permasalahan insiden ini, kasihan para penumpang yang hendak menggunakan jasa penyeberangan di Pelabuhan Pattumbukang," pungkasnya (TIM).


Komentar

Tampilkan

Berita Terbaru