Iklan

Terdampak Corona, Tingkat Okupansi Perhotelan Anjlok

Selayar Pos
Kamis, 12 Maret 2020, 16:23 WIB Last Updated 2020-03-12T09:23:35Z

SELAYAR POS ■ Tingkat hunian perhotelan, baik hotel bintang maupun non bintang di DIY Yogyakarta mengalami drop alias anjlok dari 70 persen menjadi 35 persen selama awal Maret 2020 karena diduga terdampak Virus Korona.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Internasional (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menyebutkan tingkat okupansi perhotelan di DIY tersebut memang turun.

"Meski pun terjun bebas, tetapi masih terbantu dengan adanya wisatawan nusantara (wisman) yang sangat loyal berkunjung ke DIY," ujarnya, hari ini.

Menurutnya, tingkat okupansi perhotelan di DIY masih berkisar antara 65 persen hingga 70 persen selama Januari sampai Februari 2020. Namun dengan mewabahnya Virus Korona, okupansi perhotelan di DIY langsung anjlok.

“Tingkat hunian perhotelan di DIY masih bagus bisa mencapai 70 persen selama dua bulan lalu, meski itu masa musim sepi tamu. Setelah ada WNI yang dinyatakan positif Korona, okupansi langsung drop di angka 40 persen dan sekarang hanya 35 persen pada pekan kedua Maret 2020,” kata Deddy di Yogyakarta, seperti disitat Harian KR Yogyakarta.

Deddy mengakui kondisi anjloknya okupansi perhotelan ini tidak hanya terjadi di DIY semata, tetapi juga dialami berbagai daerah lainnya.

Kondisi tingkat hunian hotel di daerah lain lebih parah dari pada DIY terlebih yang mengandalkan tamu wisatawan mancanegara (wisman) selama ini.

Okupansi perhotelan di daerah lain lebih terpuruk, bahkan ada hotel di Bandung yang sampai memotong gaji karyawannya karena sepi tamu.

“Kita masih bersyukur ada wisatawan domestik, sehingga ini menjadi catatan tersendiri,” katanya. (**)
Komentar

Tampilkan

Berita Terbaru