Iklan

Kapolri Ancam Copot Anggota Yang Jadi Calo Penerimaan Polisi

Selayar Pos
Rabu, 11 Maret 2020, 17:23 WIB Last Updated 2020-03-11T10:23:56Z

SELAYAR POS ■ Kapolri Jenderal Idham Azis memastikan, proses rekrutmen anggota polisi mulai dari tamtama, bintara, hingga Akademi Polisi mengedepankan prinsip 'Betah' atau bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

"Saya minta supaya dari eksternal dan internal bekerja sama-sama untuk betul-betul menunjukkan transparan," kata Idham saat menghadiri kegiatan pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) SDM Polri di Pusdikmin Polri, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, pada Rabu (11/3/2020).

Dalam arahannya, Kapolri mengingatkan agar tidak ada transaksi 'bayar-bayar' dalam proses rekrutmen untuk membangun kualitas sumber daya yang unggul. Bahkan, jika mendengar atau menemukan panita melakukan transaksi bayar bayar kepada calon, maka pihaknya akan mencopot dari kepanitiaan rekrutmen.

"Saya akan copot langsung anggota anggota panitia tersebut, jika kedapatan atau mendengar bayar bayar saat dalam proses rekrutmen," tegasnya. 

Kapolri menyampaikan rekruitmen Akpol, SIPSS, Bintara, Tamtama tetap menjalankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis) dikedepankan. Kapolri meminta, supaya dari Eksternal dan Internal bekerja sama-sama untuk betul-betul menunjukkan transparan.

“Yang paling penting tidak ada rekruitmen bayar-bayar. Kalau sampai ada, akan saya copot anggota-anggota panitia tersebut.” tegas JenderaL Pol. Drs. Idham Azis M.Si.

Itulah komitmen, lanjut Kapolri, agar mendapatkan anggota-anggota Polri yang kualitasnya bagus, sehingga membangun SDM yang unggul, segera dapat tercipta.

Kapolri JenderaL Pol. Drs. Idham Azis M.Si. pun berharap kepada rekan-rekan tidak muncul lagi suara-suara sumbang mengenai rekrutmen dan mutasi, adapun kadang sebuah kebijakan yang diambil sedikit revolusioner untuk kepentingan organisasi.

"Yang terpenting, tetap berada pada tataran 'On The Track' Tulus Ikhlas, kita harus memberi reward kepada anggota yang sudah cacat yang masih berkomitmen pada tugas dan tanggung jawabnya. Kadang berbuat baik sebagai Polisi, masyarakat belum tentu menilai baik pada diri kita," paparnya.

Kita tidak bisa memilih tugas kemanapun harus siap, Kapolri menyebut, mau ke Aceh dan Poso harus selalu siap karena kita anggota Polri.

Kapolri menceritakan, satu minggu yang lalu ada Bhabinkamtibmas yang menolong orang di Jagakarsa dan seorang Bintara memimpin Shalat di Polres Sukabumi Kota, dikasih reward dipanggil dan akan diberi hadiah umroh dan reward mengikuti pendidikan PAG bagi personel tersebut yang sudah berpangkat AIPTU.

"Karena yang bersangkutan selama ini gagal mengikuti seleksi DIK PAG. Kita harus memberikan reward kepada mereka mereka yang bekerja melebihi panggilan tugasnya, agar ada motivasi bagi personel yang lain," terang Jenderal Idham.

Lebih lanjut, Kapolri mengatakan semua Aplikasi SDM itu bagus, masalahnya konsistensi kita untuk kedepannya apabila ada perubahan pejabat aplikasi harus tetap berjalan.

“Pengalaman saya mengurus tanda jasa saja banyak kendala teman-teman pejabat boleh berganti tapi aplikasi harus tetap dikembangkan terus untuk kemajuan dan konsistensi organisasi Polri,” ujar Kapolri.

Kapolri menegaskan, "Kita butuh ketegasan dalam memimpin organisasi jangan sampai ada transaksional dalam pelayanan SDM, kalau kalian masih bagian dari itu berarti masuk ke dalam Konspirasi," tegasnya.

Kapolri bicara sebagai seorang Kakak, Bapak dan Komandan itulah pesan moral yang Kapolri sampaikan merubah struktur semua bisa anggarannya ada, merubah kultur tetap masih susah.

"Marilah kita mengajak teman-taman memulai dari diri menggantungkan harapan di SDM, untuk tidak mendengar lagi minus suara dalam rekrutmen dan minus dalam mutasi. Tidak ada yang namanya pembatalan TR, setidaknya dijalani dulu 1 bulan. Harus siap menerima komplain kalau sudah tanda tangan," imbuhnya.

Apabila masih ada budaya lama, Kapolri akan memerintahkan AS SDM untuk mengganti teman-teman.

"Sebagai seorang komandan, wajib mengingatkan teman-teman. Bagaimana merubah budaya, hal itu yang banyak harus dibicarakan, tinggalkan semua budaya-budaya lama, memang tidak semudah itu, berubah itu tidak revolusioner, banyak kemajuan," tandas Kapolri.

■ R-01/Dasep/hms/JBN

Komentar

Tampilkan

Berita Terbaru