Iklan

Anggaran Dana Reses DPRD Sulsel Capai Rp11,9 miliar, Selayar Dapat Apa?

Selayar Pos
Kamis, 06 Februari 2020, 01:32 WIB Last Updated 2020-02-05T18:32:03Z
  Anggaran Dana Reses DPRD Sulsel Capai Rp11,9 miliar, Selayar Dapat Apa?

SELAYAR POS ■ Ada yang skeptis dengan agenda kegiatan reses DPRD Sulsel yang digelar mulai tanggal 4 hingga 11 Februari 2020 ini. Pasalnya, dengan dana yang begitu besar mampukah anggota dewan mendengar aspirasi masyarakat secara linier?

Fakta selama ini menunjukkan mereka yang hadir hanya pemilik undangan, sementara "rakyat" marjinal yang kerap terabaikan justru dominan. 

Sejatinya, agenda reses yang dilakukan dewan secara aturan merupakan kewajiban. Hanya saja selama ini, reses tidak efektif dan partisipatif. Tidak efektifnya karena dana yang besar tersebut tidak linier dengan hasil reses.

Salah satu contoh, dalam hal bagaimana mapping lokasi yang akan dikunjungi, kemudian data atau info apa yang menjadi baseline mereka bergerak di lapangan, ini masalah yang sering kali tidak jelas.

Menelisik hasil reses tahun lalu, ternyata belum maksimal menyasar problem sosial di wilayah konstituen.

Seorang aktifis memberi kabar, bahwa reses tidak partisipatif, karena ada kesan mereka yang hadir hanya kelompok tertentu dimana akhirnya tidak representatif. Selain itu, tidak melibatkan kelompok marjinal, difabel atau miskin.

Padahal dana Rp11,9 miliar bukanlah sedikit, ditengah ekonomi negara yang stagnan karena terbebani hutang.

Melihat hal tersebut, sudah sepatutnya pola panduan reses harus menyentuh aspek kehidupan rakyat marjinal, utamanya pelaku UMKM, pelaku dan pegiat wisata selayar, nelayan dan petani di pelosok perbatasan yang selama ini "menjerit" karena suara aspirasinya nyaris tak di dengar.

Rakyat Selayar tentu akan senang jika anggota dewan dapat memperjuangkan aspirasi atas ketidak-adilan alokasi anggaran pariwisata yang diterima selama ini. Contohnya, Ada pembeda sangat jauh, satu daerah di gelontorkan anggaran yang surplus, sementara yang lain minus. Padahal, kita sama-sama hidup di Indonesia. 

Masalah tersebut hanya salah satu contoh persoalan yang tersumbat, dan semoga semua ini menjadi inspirasi dan pencerah bagi kita, jadikan masa reses ini lebih bermakna dan bermanfaat bagi rakyat Selayar! Insha Allah.

■ RM Ngabehi

Komentar

Tampilkan

Berita Terbaru