Iklan

Loading...

Akmal Malik Dorong Sahabatnya Maju Pilkada Bulukumba

Selayar Pos
Kamis, 28 November 2019, 02:39 WIB Last Updated 2019-11-27T19:39:30Z
  Akmal Malik Dorong Sahabatnya Maju Pilkada Bulukumba


SELAYARPOS.COM ■ Akmal Malik, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri mendorong koleganya Syamsuddin Alimsyah, ikut bertarung dalam Pilkada Bulukumba.

" Saya secara pribadi dorong sahabat saya Pak Syam harus ikut Pilkada. Teman teman dari NGO seharusnya maju dalam Pilkada biar bisa mengenal dan  memperbaiki sistem  Pilkada kita bisa berjalan tanpa politik uang," kata Akmal Malik.

Pertemuan dua sahabat ini berlangsung di kantor Kemendagri sore kemarin.

Syamsuddin Alimsyah, pendiri KOPEL Indonesia yang sekarang maju sebagai bakal calon bupati Bulukumba tiba  di Kantor Kemendagri di Jakarta untuk berdiskusi tentang Pilkada serentak di Indonesia. Mereka sama sama berkomitmen ingin mendorong pilkada berintegritas.

Kedatangan Syamsuddin ini disambut hangat oleh Akmal Malik. Di atas meja bahkan sudah tersedia kue kue tradisonal dan teh.  Seperti sudah saling tahu makanan kesukaan bersama. Bukti persahabatan mereka sudah terjalin lama.

Setidaknya, sejak tahun 2008 saat itu  Akmal Malik masih menjabat Kepala Sub Bidang Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD, kemudian dipercaya menjadi Direktur Otonomi Khusus hingga sekarang menjadi Dirjen Otda Kemendagri.

Bersama Akmal, Syamsuddin mengenang  pernah menyusun panduan DPRD membahas LKPJ Tahunan dan 5 Tahunan,  Panduan untuk Sekwan,  penyusunan PP yang mengatur pedoman penyusunan tatib DPRD, serta memfasilitasi DPRD dalam beberapa aktifitas.

Meski demikian dua sahabat ini tidak selalu seirama  dalam satu kebijakan. Bahkan lebih banyak perbedaan. Dan bagi mereka itulah berkahnya. Perbedaan itu rahmat.

"Ada pepatah orang padang kalau masak dengan tungku maka posisi kayunya harus silang sehingga kualitas apinya bagus.  Begitulah saya dengan Pak Syam dan teman teman NGO lain selalu berbeda dulu dan kadang  berdebat tajam untuk mendapatkan kebijakan yang berkualitas," ujar Akmal mengaku sangat senang dengan pemikiran pemikiran kritis dari Kak Syam, demikian biasa disapa.

Akmal lalu mencontohkan gagasan evaluasi sistem pilkada sekarang yang lagi ramai diperdebatkan publik. 

"Saya dengan Pak Syam ini berbeda pandangan. Saya berpandangan pilkada langsung tidak mesti berlaku untuk semua. Daerah daerah yang kecil anggarannya atau belum siap maka kita bisa dorong pilkada tidak langsung. Sedang daerah tertentu tetap pilkada langsung. Saya melihat azas manfaat, kemampuan keuangan daerah dan jangkauan penyelenggara," katanya.

Berbeda dengan Pak Syam ini, mashabnya pilkada langsung untuk semua dengan berbasis argumentasinya adalah  hak asasi warga dalam menentukan pilihannya," ujar Akmal seolah meyakinkan tamu lain yang ikut nimbrung dalam diskusi santai tersebut termasuk Anwar Razak Direktur KOPEL Indonesia, dan beberapa tamu dari Pemprov Jawa Timur serta jurnalis.

"Saya orangnya santai saja. Banyak berkawan termasuk NGO. Pemikiran banyak orang dibutuhkan,"ujarnya.

Akmal menambahkan gagasan pilkada murah sebagai solusi sebenarnya ada. Yakni dengan menggunakan sistem e-rekap dan e-voting.

"Itu kalau mau murah. Dan kita sebenarnya sudah siap. Selama ini sudah e KTP," tambahnya.

Setiap kali bertemu dua sahabat ini, menunya adalah diskusi  membahas isu-isu penting terkait pemerintahan daerah dan DPRD. 

Dan kali ini mereka berbincang tentang Pilkada serentak yang sudah di depan mata. Mereka bersepakat pilkada harus dipastikan berintegritas.

Sebagai sahabat sekaligus mitra, Akmal juga sengaja mengajak Kak Syam ke ruang meeting khusus para Direktur yang baru ditata. Akmal didampingi beberapa stafnya rupanya pengen menunjukkan satu inovasi baru di Kemendagri  yaitu penggunaan peralatan telekonfrens yang akan digunakan Kemendagri dengan pemerintah daerah untuk rapat atau konsultasi. Ini dapat mengefisienkan perjalanan dinas yang selama ini banyak habis di daerah, kata Akmal.

"Sekarang saya tunjukkan kepada sobat saya tokoh NGO bahwa kami benar selalu punya inovasi kerja dan tidak "tidur", tutupnya.

(Aidil)


Komentar

Tampilkan

Terkini