Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Desak Tragedi Wamena Diusut Tuntas

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Desak Tragedi Wamena Diusut Tuntas

Selayar Pos
Jumat, 04 Oktober 2019

  Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Desak Tragedi Wamena Diusut Tuntas

SELAYARPOS.COM ■ Wakil Ketua Umum BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) DR. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si mengaku prihatin atas tragedi yang terjadi di Wamena karena telah banyak menimbulkan korban jiwa.

"Saat kerusuhan Wamena banyak saudara kita, warga Sulsel yang mengalami penderitaan dan menjadi korban atas perilaku oknum atau kelompok perusuh. Oleh karena itu, kami minta pemerintah dan pemangku negeri ini hadir guna mengusut tuntas tragedi ini,"  tegas tokoh Muslim kelahiran Soppeng, Desember 1960 ini.

Menurutnya, seluruh warga negara Indonesia memiliki hak hidup yang sama di republik ini, dimana pun wilayah NKRI, dan sebagai warga negara juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan secara hukum karena merupakan bagian hak asasi manusia.

Karena itu, pihaknya mengutuk aksi tersebut dan siapapun pelakunya itu, baik kelompok mau pun individu, mereka itu adalah musuh negara.

Oleh karena itu, lanjut Andi Djamarro Dulung, dalam kondisi seperti ini negara harus hadir. 

Terkait banyak korban dari warga asal Sulsel, Andi Jamaro menyatakan, dengan terjadinya peristiwa ini, selanjutnya sabar dan mengurut dada, menenangkan diri dan mengajak seluruh pimpinan adat di Papua untuk duduk bersama mencari solusi terbaik.

Andi menyebutkan hingga saat ini perhatian KKSS, masih terus melakukan berbagai upaya untuk membantu warga Sulawesi Selatan yang berada di Wamena.

“Kita sudah memberikan bantuan, kita sudah menggerakkan seluruh komponen KKSS dan memfasilitasi mereka yang mau pulang, terutama perempuan dan anak-anak, KKSS telah melakukan lobbi dengan pihak PT Pelni dalam rangka membantu pemulangan warga Sulsel," terang Andi dalam rilis yang diterima redaksi, hari ini. (04/10).

Intinya apa yang dihadapi sekarang ini di Wamena, KKSS tetap hadir membantu, agar bagaimana warga yang cukup banyak itu harus terjamin hidupnya.

"Sedang mereka yang akan pulang sampai ke rumahnya dengan selamat dan kemudian yang ditinggalkan harus segera diselesaikan bersama pemerintah," pungkas Ketua PB Nahdhatul Ulama ini. (**)