Jelang Pilkada, Netizen Selayar Cemaskan Maraknya Akun Palsu

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Jelang Pilkada, Netizen Selayar Cemaskan Maraknya Akun Palsu

Selayar Pos
Rabu, 30 Oktober 2019
 Jelang Pilkada, Netizen Selayar Cemaskan Maraknya Akun Palsu


SelayarPos.Com ■ Jelang pelaksanaan Pilkada Selayar 2020, pegiat medsos di Selayar mencemaskan makin maraknya penggunaan anonim untuk kepentingan kampanye dan propaganda. Pasalnya, pengguna anonim yang diduga palsu tersebut kerap nyinyir, bahkan terkadang rasis.

"Saya memperhatikan, makin dekat Pilkada makin panas dan tidak terkontrol. Itu yang membuat kami cemas, sebab dalam mempromosikan calon kandidatnya, terkadang jauh dari nilai edukasi," keluh Zulfikar, praktisi media yang dalam satu bulan terakhir intens memantau medsos. 

Ditempat terpisah, Kasubag Humas Polres Kepulauan Selayar, Ipda. Malkadri Ibrahim kembali mengingatkan warga Selayar untuk bijak dalam menggunakan Media Sosial (Medsos) agar tidak terjerat hukum.

"Demi terciptanya lingkungan kamtibmas yang kondusif dan aman terkendali, dan kita tidak terjerat hukum. Bijak lah dalam menggunakan media sosial," jelasnya dihadapan awak media, Rabu (30/10) saat berlangsung cofe morning dipelataran Classic Coffe Selayar.


"Agar kita tidak tersandung hukum, netizen agar jangan memposting hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran kesusilaan, seperti pornografi, pornoaksi dan lain sebagainya," paparnya lagi.

Pemilik akun media sosial diatur untuk tidak memposting hal hal yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana, seperti postingan tentang perjudian, penghinaan, pemerasan, serta tindak pidana lainnya termasuk menyebarkan postingan tentang kebencian atau permusuhan antar individu atau kelompok masyarakat.

Pemilik akun medsos memiliki tanggung jawab dan konsekwensi hukum, yang diatur dalam UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Mengingat media sosial saat ini merupakan salah satu kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia, terutama bagi masyarakat yang hidup di daerah-daerah perkotaan dengan mobilitas pekerjaan yang tinggi dan dinamis, Ia menghimbau agar berhati hati dan menggunakan mediasosial kepada hal hal positif dan sifatnya membangun. (R-01/Lo2).