Setahun IlhamSAH: 1.221 Nelayan Bantaeng Terlindungi, 3.000 Hektare Lahan Terjaga

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Setahun IlhamSAH: 1.221 Nelayan Bantaeng Terlindungi, 3.000 Hektare Lahan Terjaga

Selayar Pos
Kamis, 26 September 2019
 Setahun IlhamSAH: 1.221 Nelayan Bantaeng Terlindungi, 3.000 Hektare Lahan Terjaga

SELAYARPOS.COM ■ Bupati Bantaeng dan Wakil Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin-Sahabuddin genap memimpin Bantaeng selama satu tahun, Kamis, 26 September 2019, hari ini.

Dalam setahun, progres program unggulan telah memperlihatkan kemajuan.

Di sektor pertanian dan peternakan, Pemkab Bantaeng sudah menjaga 3.000 hektare lahan pertanian selama 1 tahun terakhir. Dari jumlah itu, sebanyak 111 hektare lahan telah mengajukan klaim karena mengalami kegagalan panen akibat kekeringan.

"Artinya, pemerintah telah melindungi petani di Bantaeng dari bencana gagal panen," jelas Kadis ketahanan pangan Bantaeng, Rahmania.

Sekedar diketahui, jaminan ketersediaan benih dan pupuk serta asuransi pertanian adalah salah satu program unggulan pasangan berakronim IlhamSAH ini. Jumlah petani yang tercover asuransi pertanian ini akan terus bertambah pada 2020 hingga 2023. Asuransi itu tidak lagi membebani masyarakat untuk pembayaran premi. Semuanya telah ditanggung pemerintah.

Selain pertanian, juga telah ada sebanyak 3.000 ternak yang mendapat asuransi. Peternak di Bantaeng terlindungi dari ancaman kehilangan akibat kematian ternak.

Dinas Pertanian dan Peternakan juga telah menyiapkan jaminan ketersediaan benih dan pupuk. Sudah ada kerja sama dengan sejumlah produsen pupuk organik cair bersertifikat yang bersedia menyiapkan pupuk untuk petani Bantaeng. Pupuk ini akan menjadi alternatif pengganti pupuk bersubsidi.

"Sedangkan untuk benih, kita siapkan hingga 50 ton benih pertahun untuk setiap jenis potensi pertanian di Bantaeng," jelas dia.

Di sektor perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan juga telah memberikan asuransi sebanyak 1.221 nelayan di Bantaeng. Asuransi ini akan melindungi nelayan dari bencana saat melaut.

"Sepanjang 2019, ada tiga nelayan yang telah mendapatkan klaim. Ada yang karena sakit, meninggal dunia dan cacat karena bekerja," jelas Kadis Perikanan dan Kelautan, Ritha Pasha.(Hmas/Aidil)