Maukah Menikah Denganku?

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Maukah Menikah Denganku?

Selayar Pos
Selasa, 03 September 2019

Dulu ana datang ke suami ana, justru ana yang menawarkan diri ke suami.

”Akhi maukah menikah dengan ana?”, tawarku padanya.

Waktu itu dia masih kuliah semester 8, dan dia cuma bengong seribu bahasa, serasa melayang di atas awan, seolah waktu terhenti.

Beberapa saat setelah setengah kesadarannya kembali dan setengahnya lagi entah kemana, dia berucap:

Afwan ukhti, anti pengen mahar apa dari ana?” ucapnya.

"Cukup antum bersedia menikah denganku saja itu sudah lebih dari cukup,” jawabku.

Eh dianya langsung lemes kayak pingsan! Besoknya datang nazhar, terus khitbah.

Lalu untuk ngumpulin uang buat nikah, dia jual sepeda dan jual komputernya untuk mahar dan biaya nikah.

Di awal pernikahan dia gak punya pendapatan apa-apa. Kita usaha bareng dan ana gak pernah nanya seberapa pendapatannya ataupun dia kerja apa.

Selama ana nikah dengannya, ana belum pernah minta uang. Hingga kinipun kalo gak dikasih ya diam. Saat beras habis ana gak masak.

Saat dia nanya, “Koq gak masak beras, Dek

Habis Mas”, jawabku.

"Koq gak minta uang?," lanjutnya.

Ana gak jawab, takut suami gak punya kalo ana minta. Jadi ana takut menyinggung perasaan dia.

Kalo kita menghormati suami, maka suami akan menyayangi kita lebih dari rasa sayang kita ke dia.

Bahkan usaha sekarang sudah maju pesat, Alhamdulillah Ibarat kata uang 50jt sudah hal biasa.

Lalu suatu hari ana tawarkan dia nikah lagi namun dia gak mau. Katanya, ana itu tidak ada duanya, hehehe, ngalem dewek Walaupun ortunya dulu gak ridho dengan ana, karena Salafi, tapi sekarang sudah baikan.

Rezeki bisa dicari bersama. Bagi ana usaha yang dicari bersama suami susah-payah bersama, setelah sukses maka banyak kenangan manis yang tak terlupa.

Itulah kiranya yang ana rasakan darinya, setelah 12 tahun menikah dan Insha Allah dikaruniai anak 7 semoga semakin menambah keberkahan dalam rumah tangga ana.

Dan bukan hal yang hina bagi ana kalo ada seorang akhwat datang menawarkan diri ke ikhwan. Ana dulu hanya melihat dari bacaan Al-Qur’annya yang bagus dan dia sangat menjaga Sholatnya juga mengenal sunnah dengan baik itu aja gak lebih

Jazakumullahu khairan.