Bakamla RI Libatkan Unsur Zona Maritim Barat Latihan Bersama SEACAT 2019

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Bakamla RI Libatkan Unsur Zona Maritim Barat Latihan Bersama SEACAT 2019

Selayar Pos
Selasa, 03 September 2019
Bakamla RI Libatkan Unsur Zona Maritim Barat Latihan Bersama SEACAT 2019

SELAYARPOS.COM ■ Sejumlah personel Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) yang bertugas di wilayah Zona Maritim Barat mengikuti Latihan Bersama South East Asia Cooperation and Training (SEACAT), di Perairan Asia Tenggara, Singapura dan Filipina, beberapa hari lalu.

Latihan bersama Command Post Exercise (CPE) dan Field Training Exercise (FTX) digelar sejak 26 hingga 30 Agustus 2019. Selama menjalani 5 hari pelatihan dengan instruktur dari Amerika, para peserta mempelajari materi latihan tentang Hukum Laut serta mempertajam kemampuan boarding party dan peran pemeriksaan penggeledahan terhadap kapal target. Adapun unsur-unsur yang terlibat dalam pelatihan ini antara lain ABK KN Bintang Laut 401, personel Zona Maritim Barat Batam, dan Special Response Team (SRT).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Latihan Bakamla RI ini merupakan latihan multilateral yang diprakarsai oleh Amerika Serikat (AS) dibidang keamanan maritim (Maritime Security / MARSEC) dan information sharing di wilayah Asia Tenggara. Latihan bersama ini digelar untuk meningkatkan kemampuan sumber daya Bakamla RI khususnya pengawak kapal patroli Bakamla.

Bakamla RI mulai terlibat dalam Latma SEACAT sejak tahun 2017. Pada tahun 2018, Bakamla RI berpartisipasi dengan mengirimkan KN Belut Laut 4801, 1 Tim VBSS dan 2 Liaison Officer (LNO), dimana KN Belut Laut 4801 melaksanakan latihan boarding terhadap kapal target (Vessel of Interest / VOI) dengan menurunkan 1 Tim VBSS gabungan bersama Tim VBSS TNI AL. Pada tahun 2019 Latma SEACAT melibatkan 1 unsur KN Bintang Laut 401 beserta RHIB yang berada di Batam, ABK serta 1 Tim VBSS.

Latihan bersama SEACAT bertujuan untuk Meningkatkan hubungan kerjasama negara-negara Asia Tenggara dalam mengatasi tindak pidana di laut, meningkatkan kerjasama, interoperability dan krisis respon diantara Angkatan Laut, Coast Guard dan Instansi Penegakan Hukum Laut di wilayah Asia Tenggara.

■ R-01