Dunia Pariwisata Selayar Perlu Jaminan PLN, Ini yang Dilakukan MBA

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Dunia Pariwisata Selayar Perlu Jaminan PLN, Ini yang Dilakukan MBA

Selayar Pos
Minggu, 25 Agustus 2019

SELAYARPOS.COM ■ Sejatinya acara Selayar Half Marathon 2019 yang bakal digelar di Selayar murni event olah raga. Namun perbincangan di ruang publik tampaknya berkembang ke ranah lain yang saling bersinggungan, misalnya soal kafasitas listrik PLN guna memberi kenyamanan event ini berlangsung dengan sukses.

Pertanyaan tadi wajar mengemuka, tatkala listrik di Selayar sering byar peet (mati). Sementara saat ini, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar tengah melakukan peremajaan komponen infrastruktur kelistrikan guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kepulauan Selayar.

Pengerjaan proyek ini pun tampaknya dikebut, seperti melakukan pemancangan tiang beton dan mengganti tiang besi yang lama.

Selain itu, dilakukan pula penggantian kabel jaringan terbuka menjadi kabel terbungkus agar pasokan listrik lebih andal.

Hal itu diakui oleh General Manager PLN UIW Sulselrabar Bambang Yusuf. Dia mengatakan bahwa pekerjaan ini sepanjang 5 kilometer dengan titik lokasi di wilayah Matalalang hingga Bandara H. Aroepala.

"Peremajaan infrastruktur kelistrikan di Kepulauan Selayar ini memang harus dilakukan untuk meningkatkan dan menjaga pasokan listrik agar terus menyala," kata Bambang kepada awak media, kemarin.

Pekerjaan itu, imbuh Bambang, diperkirakan akan berlangsung selama 7 hari kedepan terhitung sejak Rabu (21/8/2019). 

Guna melancarkan proyek ini, pihak PLN mengaku telah bekerja sama dengan BPBD Kepulauan Selayar dalam proses pemangkasan pohon untuk memudahkan petugas PLN memasang kabel jaringan.

Sebagai daerah wisata, wajar jika PLN menjadi sorotan warga, utamanya bagi para pelaku usaha bidang pariwisata.

Untuk itu, Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali yang saat ini akrab disapa MBA tampaknya ngerti benar dengan keluhan warganya soal listrik.

Pernah suatu hari, MBA "tergopoh-gopoh" harus ke kantor PLN Pusat di Jakarta, guna mengadukan kondisi listrik di Selayar yang sering padam. MBA mendesak PLN untuk turun langsung di Kepulauan Selayar dan melihat kondisi di lapangan.

Tak hanya itu, Basli Ali juga melancarkan akan membantu memfasilitasi pihak PT. PLN (persero) yang diminta supaya dituangkan dalam Memorandum Of Understanding (MOU), dimana PLN akan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar.

Langkah ini diambil MBA tentu mempertimbangkan agar PLN memberi fasilitas dan pasokan listrik yang memadai bagi para pelaku usaha wisata di Selayar.

Kabar terakhir, sebagaimana rilis yang diterima dari GM PT. PLN UIKL Sulawesi Suroso Isnandar memberikan angin segar terkait pembangunan PLTMG di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Pembangunan PLTMG 2 x 10 MW tahap pertama ini diprediksi akan rampung kurun waktu 9 bulan. Artinya, kalau pengerjaan ini berjalan lancar, akhir tahun sudah selesai.

Dari data yang diperoleh SelayarPos.Com, pada saat ini beban puncak di Selayar 6 MW atau 6000 KW untuk 23 ribu pelanggan, dengan kapasitas pembangkit yang ada sekarang mencapai 8 MW. Secara teori dalam kapasitas 8 MW itu seharusnya sudah mencukupi.

Semoga, dengan segala upaya dan perbaikan ini, dunia pariwisata Selayar tidak ada lagi gangguan yang namanya listrik padam, sehingga langkah MBA membawa Selayar melalui berbagai event internasional dapat terlaksana sesuai harapan. Inshaa Allah **

■ Dimas Rasyid